Menu ✖

Mode Gelap
Siapkan 4 Riset Kolaboratif, PAI UNISNU Jepara Perkuat Sinergi Global Bersama IIUM Malaysia Tingkatkan Pelayanan Wakaf, H. Hisyam Zamroni Raih Penghargaan PPAIW Produktif 2023–2026 dari Kemenag Jepara Menziarahi Makam KH Ahmad Fauzan, Menghidupkan Kembali Semangat Perjuangan NU Bedah Kerangka TKA 2026, Ratusan Guru KKMA 02 LP MÁARIF Jepara Lakukan Ini Notifikasi Hidayah: Mengapa Kita Hobi Berpaling dari Teguran Ilahi?

Hujjah Aswaja · 17 Mar 2024 17:29 WIB ·

Memahami Peta Kuno Selat Muria Berbasis Banjir


 Memahami Peta Kuno Selat Muria Berbasis Banjir Perbesar

Oleh : Hisyam Zamroni

nujepara.or.id- Sungguh menarik, jika kita melihat “luapan air” dari tahun ke tahun di wilayah Kudus, Jepara, dan Demak (Kuromak) plus geser sedikit ke selatan adalah Kabupaten Grobogan, yang ketika musim hujan selalu “berlangganan banjir”.

“Banjir” memiliki nilai “historis-geografis” manakala kita melihat sejarah wilayah yang terdampak “luapan air” begitu besar dan menjadikan “bencana” sebagaimana di wilayah Kuromak – Grobogan yang secara historis adalah sebagai “Jalur Sutra – Selat Muria”.

Selat Muria adalah fenomena historis – geografis yang sekarang ini sudah menjadi “pemukiman dan persawahan” akibat “pedangkalan” atau “di-dangkal-kan” pada sekitar abad ke 18 M. Tanpa disadari, sekarang ini wilayah wilayah yang dulu menjadi “Jalur – Sutra Selat Muria” kini seakan akan “menjelma kembali” menjadi “Selat Muria” baru yang membutuhkan pemikiran bersama bagaimana wilayah Kuromak – Grobogan menjadi “dangkal” kembali terbebas dari banjir.

Pertanyaannya adalah bagaimana strategi yang diterapkan sehingga wilayah “Selat Muria” menjadi “dangkal” atau tidak terdampak banjir kembali?

Baca Juga : Belajar Dari Geomorfologi “Banjir” Eks Selat Muria, Mau Diapakan?

Sinergitas Kebersamaan Wilayah “Selat Muria”

“Selat Muria” baru membutuhkan upaya bersama dan duduk bersama oleh “Pate-Pate” ke – empat wilayah tersebut yaitu Pate Kudus, Pate Jepara, Pate Demak dan Pate Grobogan untuk duduk satu meja membuat “rencana strategis” jangka panjang bagaimana cara menanggulangi “banjir menahun” yang secara “historis – geologis” adalah dulu disebut “Selat Muria” yang diharapkan tercipta sebuah Team – Work yang cerdas dan visioner untuk merancang sedemikian rupa tentang penanggulangan “banjir menahun” di wilayah Kuromak – grobogan secara sistematis dan aplikatif.

Solusi diatas, tentu bukan satu satunya solusi, — yang tentu masih banyak lagi ide-ide cemerlang dari khalayak ramai, — namun setidaknya solusi yang ditawarkan diatas bisa menjadi pembuka dan pemantik awal untuk bersama sama bisa “tercerahkan” bagaimana cara yang efektif, aplikatif dan permanen dalam menanggulangi “banjir menahun” yang ada di wilayah Kuromak – Grobogan.

Semoga ada solusi yang terbaik untuk menyelematkan Kuromak – Grobogan agar tidak ter-ulang kembali menjadi “Selat Muria. Aamiin Yaa Robbal Aamiin.

Wakil Ketua PCNU Jepara

Artikel ini telah dibaca 821 kali

Baca Lainnya

Maulid Nabi Muhammad SAW: Tauhid, Islam Transformatif, dan Ilmu Sosial Profetik

21 Agustus 2026 - 15:15 WIB

H. Hisyam Zamroni

Kemerdekaan ke-81 dan Nasionalisme Baru: Menuju Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur

16 Agustus 2026 - 08:32 WIB

H. Hisyam Zamroni : Sekretaris Idaroh Syu'biyyah Jam'iyyah Ahlith Thoriqoh Al Mu'tabaroh An Nahdliyyah Kab. Jepara

UNISNU Jepara 35 Tahun: Merawat Warisan Peradaban, Menjemput Masa Depan Global

4 Agustus 2026 - 10:14 WIB

H. Hisyam Zamroni : Sekretaris Idaroh Syu'biyyah Jam'iyyah Ahlith Thoriqoh Al Mu'tabaroh An Nahdliyyah Kab. Jepara

Menyongsong Muktamar Nahdlatul Ulama ke – 35 : Membangun Visi Peradaban Dunia dan Menata Kekuatan Organisasi untuk Masa Depan

15 Juni 2026 - 09:49 WIB

H. Hisyam Zamroni : Sekretaris Idaroh Syu'biyyah Jam'iyyah Ahlith Thoriqoh Al Mu'tabaroh An Nahdliyyah Kab. Jepara

Memahami Hikmah Iedul Adha : Menjaga Hati Di Era Medsos

26 Mei 2026 - 20:32 WIB

Sapi kurban

Memahami Hikmah Iedul Adha : Menjaga Hati Di Era Medsos

26 Mei 2026 - 20:22 WIB

Iduladha
Trending di Hujjah Aswaja